You are currently viewing 7 Kebiasaan Yang Merusak Otak

7 Kebiasaan Yang Merusak Otak

Advertisements

Otak merupakan organ vital yang mengendalikan tubuh Anda. Menjaga otak Anda tetap bugar dan sehat sama pentingnya dengan menjaga kesehatan jantung atau organ lainnya.

Ketika otak rusak, itu dapat mempengaruhi kinerja tubuh, termasuk pikiran, memori, sensasi, dan lainnya.

Para ilmuwan menyarankan bahwa beberapa perubahan dalam gaya hidup Anda dapat meningkatkan pengetahuan, daya imajinasi, dan mental Anda. ketahanan.

Berikut sejumlah kebiasaan yang merusak otak dan sepatutnya dihindari.

1. Terlalu banyak konsumsi gula

Asupan gula yang berlebihan dalam waktu lama mengganggu kemampuan tubuh kita untuk menyerap protein dan nutrisi. Hal ini dapat mengakibatkan kondisi yang disebut malnutrisi, yang menghambat pertumbuhan otak.

Mengapa bisa terjadi?

Ketika tubuh kekurangan nutrisi yang cukup dalam darah, ini pada akhirnya tidak memberikan nutrisi yang cukup ke otak kita. Kondisi tersebut kemudian akan menghambat perkembangan otak.

2. Kurang tidur

Kurang tidur dapat menyebabkan beberapa masalah seperti rasa kantuk ekstrem di siang hari, depresi, dan gangguan memori.

Akibat kurang tidur akan mempengaruhi ‘hippocampus‘, bagian kecil di otak yang berperan penting dalam mengingat informasi baru dan menghubungkan emosi ke dalam ingatan tersebut.

Bahkan hanya dengan kurang tidur dalam satu malam saja, itu dapat mempengaruhi kemampuan otak Anda untuk mengingat informasi baru.

Sebagaimana dilansir Pharmiweb Australia, beberapa penelitian juga mengungkapkan bahwa otak membersihkan dari racun hanya selama siklus tidur nyenyak.

Kurang tidur juga dapat menyebabkan kematian sel-sel otak, yang dapat menyebabkan gangguan memori dan penurunan kemampuan.

3. Memutar musik keras dengan earphone atau headphone
2otak
Ilustrasi mendengarkan musik. (uveX/Pixabay)

Mendengarkan musik dengan volume yang sangat tinggi dengan earphone atau headphone dapat merusak kemampuan pendengaran Anda secara permanen.

Selain itu, ini juga dapat mengakibatkan beberapa masalah otak seperti kehilangan memori dan kerusakan jaringan otak Anda di masa mendatang.

Otak adalah satu-satunya, yang membutuhkan upaya untuk memahami apa yang dikatakan di sekitar Anda. Jika Anda memberikan tekanan berlebih pada otak, itu akan merusaknya.

Advertisements
4. Melewatkan sarapan dan asupan air yang cukup
5otak
Ilustrasi sarapan. (Stocksnap/Krzysztof Puszczynski)

Entah karena diet atau demi menghemat waktu, banyak orang yang memilih melewatkan sarapannya. Namun, tak banyak yang sadar bahwa kebiasaan tidak sarapan dapat merusak otak Anda.

Setiap pagi setelah tidur nyenyak, tubuh Anda membutuhkan nutrisi. Melewatkan sarapan membuat otak kehilangan nutrisi penting ini.

Di samping itu, melewatkan sarapan menyebabkan kadar glukosa darah rendah, yang berdampak buruk pada fungsi otak.

Beberapa penelitian menyatakan bahwa anak-anak yang sarapan secara teratur memiliki prestasi yang lebih baik di sekolah.

Hampir, 80 persen dari otak adalah air. Otak juga membutuhkan air yang cukup untuk berpikir lebih cepat dan fokus lebih baik.

Jadi, sangat penting bagi Anda untuk tetap terhidrasi sepanjang waktu. Minum banyak air akan bermanfaat bagi tubuh dan otak Anda untuk berfungsi lebih baik.

5. Merokok

Sebagian besar orang mungkin sudah tahu bahwa merokok menyebabkan kanker.

Namun, tahukah Anda bahwa nikotin yang membuat ketagihan dalam rokok juga menyusutkan otak Anda? Faktanya, penyusutan otak dalam waktu lama dapat menyebabkan penyakit Alzheimer.

6. Terlalu banyak makan
6otak
Ilusttrasi kekenyangan. (iStockphoto/Tero Vesalainen)

Makan berlebihan membuat berat badan meningkat, merasa kembung, dan menambah risiko penyakit yang mengancam jiwa.

Di samping itu, kebiasaan ini juga merusak otak Anda.

Beberapa penelitian telah mengungkapkan bahwa asupan kalori tinggi untuk waktu yang lama, pada kenyataannya, dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami kehilangan memori, atau gangguan kognitif ringan (MCI), di masa depan.

7. Terlalu banyak menyendiri
7otak
Ilustrasi menyendiri. (iStockphoto/Tunatura)

Manusia terprogram untuk kontak sosial. Ini bukan tentang berapa banyak teman di media sosial yang Anda miliki, tapi yang penting adalah rasa koneksi yang nyata.

Sebagaimana dilansir WebMD, orang-orang yang memilikinya bahkan hanya dengan beberapa teman dekat lebih bahagia dan lebih produktif.

Mereka juga cenderung tidak menderita penurunan otak dan Alzheimer. Jika Anda merasa sendirian, hubungi beberapa teman atau mulailah sesuatu yang baru — main badminton, bersepeda, atau sekadar minum kopi bersama.

cnn

Leave a Reply