You are currently viewing Awal Mula Cap Go Meh, Dirayakan Setelah Tahun Baru Imlek

Awal Mula Cap Go Meh, Dirayakan Setelah Tahun Baru Imlek

  • Post category:Sejarah
  • Post comments:0 Comments
  • Reading time:3 mins read
Advertisements

Setelah 15 hari merayakan Tahun Baru Imlek, orang-orang Tionghoa akan ada perayaan yang dinamakan Cap Go Meh.

Berikut ini pengertian perayaan Cap Go Meh dan sejarah asal usulnya. Setelah 15 hari merayakan Tahun Baru Imlek, orang-orang Tionghoa akan ada perayaan yang dinamakan Cap Go Meh.

Lantas, apa itu perayaan Cap Go Meh?

Terdapat banyak sekali tradisi perayaan Imlek yang selalu dinanti-nantikan bagi yang merayakan. Untuk diketahui, perayaan Tahun Baru Imlek merupakan perayaan yang panjang. Di China, terdapat festival-festival yang berlangsung selama beberapa hari saat Tahun Baru Imlek.

Sementara di Indonesia, terdapat perayaan Cap Go Meh sebagai salah satu perayaan Tahun Baru Imlek. Dikutip dari Bobo, Cap Go Meh merupakan salah satu Bahasa Hokkian yang memiliki arti. Kata ‘Cap’ berarti sepuluh, ‘Go’ berarti lima, dan ‘Meh’ yang memiliki arti ‘malam’. Dari arti tersebut, perayaan Cap Go Meh dilangsungkan pada hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek dalam kalender Tionghoa.

Cap Go Meh juga ada di Tiongkok, namun festival ini disebut Yuan Xiao atau Shang Yuan. Dalam bahasa Inggris, festival setelah Imlek ini juga dikenal dengan nama Lantern Festival atau Festival Lampion.

Sejarah awal mula Perayaan Cap Go Meh

cap go meh
Parade Tatung pada puncak event Cap Go Meh 2020 disepanjang Jalan Diponegoro, Singkawang, Kalimantan Barat, Sabtu (8/2/2020). Parade tatung ini diikuti 847 Tatung. (TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA) (TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA)

Perayaan Cap Go Meh sendiri diperkirakan telah ada sejak 2000 tahun yang lalu, yaitu pada zaman Dinasti Han di China. Dalam masa pemerintahan Dinasti Han, biksu Budha diharuskan membawa lentera untuk ritual.

Lentera tersebut akan diterbangkan sebagai simbol melepas nasib buruk di masa lalu, dan menyambut nasib baik di masa depan. Maka dari itu, setiap perayaan Cap Go Meh, dapat ditemui banyak sekali hiasan lentera merah.

Kadang-kadang, terdapat tempat perayaan Cap Go Meh yang melepaskan lentera bersama-sama.

Advertisements

Berakhirnya Larangan-larangan Imlek

Dalam kepercayaan orang Tionghoa, ada beberapa hal yang dilarang untuk dilakukan selama Tahun Baru Imlek.

Beberapa hal yang dilarang ini dipercaya bisa menghilangkan keberuntungan atau membawa nasib buruk, seperti membersihkan atau menyapu rumah saat tahun baru Imlek, memotong rambut, dan yang lainnya. Saat Cap Go Meh, larangan untuk hal-hal di atas akan berakhir. Ini karena Cap Go Meh merupakan penanda berakhirnya perayaan Imlek.

Hidangan Khas Cap Go Meh

fakta unik lontong cap go meh
Fakta Unik Lontong Cap Go Meh (Instagram/ezcookingbaking)

Pada perayaan Cap Go Meh, terdapat makanan khas yang selalu ada, yaitu lontong Cap Go Meh. Masih dikutip dari Bobo, lontong Cap Go Meh merupakan masakan peranakan, yang berasal dari masakan China dan Jawa.

Menurut pemerhati budaya Tionghoa, Agni Malagina, lontong Cap Go Meh ini ditemukan di sekitar wilayah pesisir Jawa. Saat ini, lontong Cap Go Meh juga bisa dinikmati sepanjang tahun, karena ada banyak restoran yang menyajikannya.

Ada beberapa sejarah tentang bagaimana kisah awal lontong Cap Go Meh ini. Yang pertama, ada yang mengisahkan jika imigran Tiongkok pada abad ke-14 di Indonesia, menikah dengan perempuan Jawa.

Dari pernikahan Tiongkok-Jawa inilah yang membuat terciptanya budaya Peranakan Tionghoa-Jawa. Nah, di Tiongkok, orang-orang merayakan Tahun Baru Imlek dengan hidangan kue beras atau yuan xiao. Kue beras inipun digantikan dengan lontong, yang juga dibuat dari beras dan disajikan dengan masakan Jawa.

Source

Leave a Reply