You are currently viewing 5 Fakta Penting Sosok Pahlawan Nasional Tan Malaka, Pernah Tempuh Pendidikan di Belanda

5 Fakta Penting Sosok Pahlawan Nasional Tan Malaka, Pernah Tempuh Pendidikan di Belanda

  • Post category:Sejarah
  • Post comments:0 Comments
  • Reading time:2 mins read
Advertisements

Tan Malaka atau Sutan Ibrahim merupakan salah satu pahlawan nasional dalam sejarah Indonesia. Ia lahir di Nagari Pandam Gadang, Gunuang Omeh, Lima Puluh Kota, Sumatra Barat, 2 Juni 1897. Peringatan hari lahir pahlawan pun digelar oleh sejumlah anggota Komunitas Peduli Sejarah, Rabu (2/6) kemarin.

Dilansir dari Antara, selain mengadakan doa bersama di makam Tan Malaka yang berada di lereng Gunung Wilis, Desa Selopanggung, Kediri, Jawa Timur, para anggota komunitas tersebut juga turut melakukan pemasangan papan petunjuk arah menuju kawasan makam pahlawan nasional Tan Malaka.

Lantas, seperti apa sosok Tan Malaka semasa hidupnya? Dihimpun dari berbagai sumber, berikut 5 fakta penting Tan Malaka.

1. Tempuh pendidikan di Belanda

Tan Malaka merupakan putra dari pasangan HM. Rasad dan Rangkayo Sinah. Sang ayah diketahui bekerja sebagai mantri kesehatan, sementara sang ibu merupakan putri dari tokoh desa yang disegani. Selain di Indonesia, Tan Malaka juga diketahui sempat menempuh pendidikan di Rijkskwekschool Belanda.

2. Mendaftar militer Jerman

Selama menjalani masa perkuliahannya, Tan Malaka justru tertarik dan belajar banyak tentang Jerman. Dari sanalah kemudian ia memutuskan untuk mendaftar ke militer Jerman agar menjadi salah satu anggota angkatan perang. Namun, usahanya tersebut gagal karena  Angkatan Darat Jerman tidak menerima orang asing.

Advertisements

3. Jadi guru

Setelah lulus kuliah, Tan Malaka lantas kembali ke tanah kelahirannya. Di sana, ia berkesempatan untuk menerima tawaran Dr. C.W. Janssen untuk mengajar anak-anak kuli di perkebunan teh di Sanembah, Tanjung Morawa, Deli, Sumatra Utara. 

4. Mendirikan Partai Murba

Pada 7 November 1948, Tan Malaka mendirikan sebuah partai yakni partai Musyawarah Rakyat Banyak (Murba). Di mana, partai tersebut dibentuk dengan menganut pemahaman antifasisme, antiimperialisme, dan antikapitalisme. Selanjutnya, Tan Malaka juga membentuk sebuah pasukan Gerilya Pembela Proklamasi guna melawan Belanda. Namun, pasukan tersebut rupanya tidak didukung oleh TNI pada masa itu.

5. Dieksekusi mati

Sepak terjang Tan Malaka harus berakhir pada 21 Februari 1949. Saat itu, ia dan para pengikutnya yang dianggap berpaham kiri, akhirnya ditangkap di wilayah Kediri, Jawa Timur. Selanjutnya, Tan Malaka kemudian dieksekusi mati dan dimakamkan di lereng Gunung Wilis, Desa Selopanggung, Kediri, Jawa Timur.

Itulah sederet penting sosok Pahlawan Nasional Tan Malaka.[]

Sumber : Akurat

Leave a Reply