You are currently viewing Derita Sopir Truk di Priok Dipalak Oknum hingga Preman: Total Rp 6,5 Juta Raib

Derita Sopir Truk di Priok Dipalak Oknum hingga Preman: Total Rp 6,5 Juta Raib

  • Post category:Kriminal
  • Post comments:0 Comments
  • Reading time:2 mins read
Advertisements

Sopir truk dan kontainer curhat ke Presiden Jokowi. Mereka mengeluhkan banyaknya praktik pungli di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Jokowi yang mendengar hal tersebut langsung menghubungi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, memerintahkan jajarannya untuk menumpas habis pungli di Tanjung Priok.

Bagaimana tidak, dalam sekali angkut, setiap truk harus mengeluarkan kocek yang tak sedikit untuk sekali mengangkut barang ke Tanjung Priok. Mulai dari pintu masuk sampai memindahkan barang ke kapal, mereka harus mengeluarkan Rp 13 ribu untuk diserahkan ke pelaku pungli ini.

“Ini permainan-permainan jahatnya, mereka-mereka semua ini menghambat semuanya. Jadi total itu sekitar di GFC sekitar Rp 13 ribu per satu kendaraan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus dalam jumpa pers di Polres Jakarta Utara, Jumat (11/6).

3 19
Barang bukti yang diamankan dari penangkapan 7 karyawan PT JICT Tanjung Priok yang lakukan pungli. Foto: Polres Pelabuhan Tanjung Priok

Yusri mengatakan, dalam satu hari ada sekitar 500 truk kontainer yang memasuki area Pelabuhan Tanjung Priok. Apabila ditotal, jutaan rupiah berhasil diraup pelaku pungli tersebut.

“Satu hari itu bisa 500 kendaraan kontainer, coba dikalikan sekitar Rp 6,5 juta yang harus dikeluarkan oleh para sopir-sopir,” jelas Yusri.

Bentuk Tim Berantas Pungli di Tanjung Priok

Advertisements
preman
Penangkapan 7 karyawan PT JICT Tanjung Priok yang lakukan pungli. Foto: Polres Pelabuhan Tanjung Priok

Dari penangkapan yang dilakukan sejak Kamis (10/6), sebanyak 49 pelaku pungli, mulai dari karyawan pelabuhan hingga preman dan pak ogah berhasil diringkus. Namun hal ini baru permulaan. Polri akan terus bekerja menyapu bersih praktik pungli di Tanjung Priok.

“Saya katakan ini baru di permukaan. Perintah Pak Kapolda Metro Jaya membentuk tim,” kata Yusri.

“Kemarin sekitar setengah 11 saat keluhan sopir truk kepada Presiden, jam 13.00 kami amankan pelaku-pelaku ini karena perintah Kapolda segera dibentuk tim untuk menyisir mulai dari hilir ke hulu, atau dari hulu sampai ke hilir mana layer-layernya kita ungkap semua,” sambungnya.

Tim tersebut telah bergerak dan melakukan rapat dengan stakeholder di Pelabuhan Tanjung Priok. Karena sebagian yang terlibat pungli adalah karyawan mereka.

“Saya ambil contoh satu, buka portal dengan menggunakan barcode itu 1,5 menit satu kendaraan. Sementara satu hari ini banyak kendaraan kontainer. Bagaimana tidak macet?” tanya Yusri.

“Makanya kita coba pecahkan apakah di situ ada tindakan pelaku-pelaku yang coba main-main di situ. Kami belum temukan, tapi ada indikasi walaupun sudah menggunakan barcode, ada indikasi petugas-petugas di situ kalau tidak dibayar barcode tidak jalan-jalan,” ungkap Yusri.

kmprn

Leave a Reply